Seorang remaja yang masih berstatus Mahasiswa semester 3 (tiga) di salah satu Universitas di wilayah Bandung, sebut saja namanya Tatang dengan paras tampan, bodi bagus, tinggi 168 cm, berasal dari keluarga berada, diusianya yang baru berumur 19 tahun harus rela berurusan dengan petugas Kepolisisan atas tindakannya melakukan penusukan terhadap begal yang ingin merampas barang bawaan dan hampir memperkosa pacarnya
Kisahnya berawal dari perkenalan antara Tatang dengan pacarnya an. Winda, yang merupakan gadis dengan paras ayu, cantik, bodi langsing, tinggi 160 cm, dihari pertama pelaksanaan Ospek Tatang sangat terkagum dengan penampilan Winda yang menumbuhkan benih benih cinta. Setiap kali bertemu dengan Winda di Kampus, perasaan Tatang sangat senang, jantungnya berdetak cepat, dan tidak bosan bosan melihat kecantikan winda, “apakah ini yang dinamakan jatuh cinta”gumamnya dalam hati.
Hari demi hari telah dilalui, dari perkenalan bahkan sampai melaksanakan perkuliahan, Tatang selalu bersemangat untuk datang kuliah, untuk bisa bertemu dengan Winda sang pujaan hati, kedekatannya pun sering menjadi perhatian mahasiswa dan mahasiswi lainnya bahkan sesekali dikerjain oleh teman- teman kuliahnya. Tepat sebulan perkenalannya dengan Winda, Tatang memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya kepada Winda,, bagaikan tumbuhan yang sudah layu dan kering mendapatkan air hujan, hati Tatang sangat senang karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, Winda juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Tatang.
Hubungan cinta kedua insan semakin hari semakin lengket, sering nampak Tatang dan Winda duduk bersama baik di dalam kelas maupun di luar kelas saat waktu istirahat, seakan dunia milik berdua dan yang lainnya hanya numpang. Tugas tugas perkuliahan dikerjakan dengan baik bahkan nilai UAS (Ujian Akhir Semerter) Tatang sangat memuaskan dan menjadi contoh dari teman-teman kuliahnya
Menginjak 1 tahun pacaran, Tatang sering mengajak Winda jalan jalan keluar malam untuk sekedar nongkrong dan makan malam di Mall atau nonton bioskop bersama, hari hari pun terlewati dengan penuh suka cita, canda tawa dan kasih sayang. Tepat dihari ulang tahun Winda yang ke 20 tangal 25 Mei 2018, Tatang mengajak Winda kesebuah restaurant mewah di wilayah Bandung, acaranyapun sangat romantis sampai lupa dengan waktu.
Tepat tengah malam, Tatang dan Winda menyudahi acaranya dan bergegas untuk bersiap-siap pulang kerumah, Tatang yang sangat sayang dan cinta terhadap pacarnya, menyempatkan waktu untuk mengantar Winda ke rumahnya walaupun sama-sama membawa sepeda motor, karena suatu alasan Winda tidak mau dijemput seperti biasanya yang sudah sering dilakukan.
Ditengah perjalanan menuju rumah Winda yang sudah mulai sepi, ada 2 orang dengan kendaraan sepeda motor menghampiri Winda yang sedang melaju, salah satunya berusaha menarik tas yang dipakai Winda, saling tarik pun terjadi dan akhirnya Tatang dengan sigap mendahului dan menghentikan kendaraan yang digunakan oleh kedua orang tersebut. Karena aksinya diganggu orang, kedua orang tersebut langsung menyerang Tatang dengan main keroyok. Berbekal ilmu beladiri yang didapat waktu SMA, Tatang bisa mengalahkan kedua orang dimaksud, bahkan mereka kabur sambil meninggalkan kendaraannya
Namun, ternyata permasalahan tersebut tidak berhenti begitu saja, kedua jambret tersebut memiliki komplotan yang jumlahnya 5 orang, mereka biasanya beraksi di malam hari dan dilokasi yang sepi/lenggang guna melancarkan aksinya dan Tatang sudah ditarget oleh kelompok dimaksud.
Setiap Tatang dan Winda berada di tempat keramaian, sering diintai oleh salah satu dari kelompok tersebut untuk memata matai kegiatan yang dilakukan oleh Tatang, karena orang yang dikalahkan pada malam Ulang Tahun Winda tidak terima atas perlakuan yang dialaminya dan menimbulkan dendam untuk membalas perbuatan Tatang.
Pada pelaksanaan malam tahun baru 2019, Tatang dan Winda keluar rumah menuju taman Kota Bandung untuk merayakan malam pergantian Tahun bersama dengan masyarakat maupun pemuda pemudi lainnya. Acara pergantian malam tahun yang sangat meriah membuat para pengunjung betah untuk bertahan sampai dini hari. Acaranya pun selesai, Tatang dengan membonceng Winda bersiap siap untuk mengantar pacarnya pulang ke rumah.
Ditengah jalan yang sepi, Sepeda motor Tatang dipepet dan sekaligus menghentikan laju kendaraan Tatang, Tanpa basa basi, 4 orang yang tidak dikenal menyerang Tatang . atas perlakuan tersebut, Tatang menanyakan maksud penyerangannya dari jarak jauh, “kenapa saya diserang, apa salah saya sampai harus dikeroyok”. Mendapat pertanyaan tersebut, salah satunya dari komplotan tersebut menjawab dengan nada tinggi ” Hai anak muda ….Masih ingatkah kamu kejadian malam tanggal 25 Mei 2018”…?. Tatangpun menjawab “Iya”.
Syukur kamu masih ingat, sehingga saya tidak perlu menjelaskan lagi, pungkas salah satu komplotan tersebut. Kami ingin balas dendam malam ini, jangan harap kau bisa lepas dari pengawasan kami. Tanpa basa basi lagi, tiga orang menyerang Tatang baik dengan menggunakan tangan kosong dan benda tumpul, disisi lain salah satu dari komplotan tersebut berusaha merebut Tas yang dipakai Winda yang sedang sendiri.
Melihat Winda diganggu oleh salah seorang komplotan, konsentrasi Tatang mulai buyar, yang awalnya focus dengan tendangan, pukulan dan tangkisan yang bisa menahan serangan tiga orang komplotan, namun kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh para komplotan untuk menaklukkan Tatang
Tatangpun dapat dikendalikan oleh komplotan, ditengah Tatang yang sudah tidak berdaya, 2 orang komplotan berusaha untuk merebut Tas dan ingin memperkosa Winda yang semakin ketakutan, 2 orang komplotan lainnya mengawasi Tatang sudah tergeletak di aspal. Mendengar jeritan Winda yang ingin disakiti/diperkosa oleh komplotan, perasaan Tatang mulai panas dan secara sepontan menambah tenaga Tatang yang diliput kemarahan. Melihat Tatang mulai bangkit, 2 komplotan mulai menyerang Tatang dengan benda tumpul. Perkelahianpun tidak terhindarkan, Tatang mampu mengalahkan 2 orang tersebut dan kembali diserang oleh 2 komplotan yang ingin memperkosa Winda
Keempat komplotan tersebut mulai kewalahan menghadapi Tatang yang sedang emosi, dan salah satu komplotan menuju kendaraannya untuk mengambil 4 bilah pedang untuk menyerang Tatang, perkelahianpun semakin sengit, Tatang bisa menangkis pedang dengan menggunakan besi yang sebelumnya dipakai oleh para komplotan, tiba akhirnya pedang yang dipegang salah satu komplotan bisa direbut dan dipakai untuk menangkis dan menyerang para komplotan. Akibat kejadian tersebut salah satu dari 4 komplotan tersebut kritis akibat terkena tusukan pedang diperut, satunya lagi terluka di kaki dan 2 orang lainnya melarikan diri
Masyarakat yang saat itu melintas, melihat dan menyaksikan kejadian tersebut dengan segera menolong Tatang dan Winda serta mengajak Tatang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, karena tangan dan perutnya terkena sabetan pedang saat menangkis serangan para komplotan
Pihak Kepolisian yang mendapat informasi terjadinya pengeroyokan dengan segera mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti, berikut komplotan yang terluka dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan Medis
Besok harinya, Tatang mendengar berita bahwa salah satu komplotan yang menjadi target Kepolisian dinyatakan tewas karena kehabisan darah, mendengar berita tersebut, Tatang kaget dan memberitahukan kepada keluarganya bahwa tadi malam berkelahi dengan para komplotan begal seperti yang diberitakan di televise
Mendengar cerita Tatang, pihak keluarga sangat kaget dan berusaha menenangkan Tatang yang dilanda kegelisahan, yang mana salah satu pelaku yang menyerang dirinya dinyatakan tewas dan akan membuka permasalahan baru terkait kejadian tersebut
Benar juga, tidak berapa lama, Pihak Kepolisian yang telah mendapatkan identitas diri Tatang melalui pihak rumah sakit, mendatangi rumah Tatang untuk diajak ke Kantor Polisi guna dimintai keterangan atas kejadian semalam, begitu juga pacar Tatang (Winda) juga ikut dimintai keterangan oleh Pihak Kepolisian karena menjadi saksi kunci dalam peristiwa tersebut
Winda sangat bersyukur atas perjuangan Tatang yang siap menjaga dirinya baik dalam keadaan bahaya sekalipun, disisi lain Winda sangat sedih, karena kejadian tersebut membawa pacarnya keranah hokum, dia berharap agar pacarnya (Tatang) bisa dibebaskan, karena perbuatannya tidak lain untuk membela diri dari serangan para penjahat dan tidak ada niat untuk melakukan pembunuhan
Pasal yang disangkakan terhadap Tatang terkait kejadian tersebut adalah Pasal 351 KHUP tentang Penganiayaan, Tetapi Tatang juga merupakan korban penganiayaan,sehingga masih dilakukan pengembangan oleh pihak Kepolisian
Atas kejadian tersebut, Winda semakin yakin dan percaya, kalau Tatang benar benar mencintai dirinya, dalam dirinya berkata “Apapun yang terjadi dengan diri Tatang, aku akan siap menunggunya, cintaku tulus kepadanya” dan berharap kembali agar pacarnya bisa terbebas dari kasus tersebut